SYARAT ATAU PROSPEK PEMBANGUNAN AGROINDUSTRI DI MALUKU

AGROINDUSTRI

Agroindustri adalah suatu usaha industri yang mengolah komoditas pertanian primer menjadi produk olahan berupa produk antara dan produk akhir.Agroindustri haruslah  berkelanjutan, artinya  agroindustri yang memiliki konsep keberlanjutan, agroindustri yang dibangun dan dikembangkan memperhatikan aspek-aspek manajemen dan konservasi sumberdaya alam. Semua teknologi yang digunakan serta kelembagaan yang terlibat dalam proses pembangunan diarahkan untuk memenuhi kepentingan manusia masa sekarang maupun masa yang akan datang. Jadi, teknologi yang digunakan harus sesuai dengan daya dukung sumberdaya alam, memperkecil resiko degradasi lingkungan, secara ekonomi menguntungkan dan secara sosial diterima oleh masyarakat (Soekartawi 1988 sebagaimana dikutip Soekartawi 2005).

Lingkup kegiatan ini tidak hanya aktivitas pengolahan sederhana di tingkat petani, tetapi menyangkut keseluruhan kegiatan mulai dari penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjutan dengan maksud untuk menambah value added (nilai tambah) dari produksi primer tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar I: Ruang Lingkup Agroindustri

KEPULAUAN MALUKU

Kepulauan adalah suatu gugusan pulau, termasuk bagian pulau, perairan di antaranya dan lain-lain wujud ilmiah yang hubungannya satu sama lain demikian erat sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya merupakan satu kesatuan geografis, ekonomi, politik, dan budaya yang hakiki atau secara historis dianggap demikian. Kepulauan ini terbentuk secara tektonik. Nama kepulauan ini sebenarnya berasal dari bahasa Yunani ἄρχι- – arkhi-(“kepala”) dan πέλαγος – pelagos (“laut”) yang berasal dari rekonstruksi linguistik bahasa Yunaniabad pertengahan ἀρχιπέλαγος tepatnya nama untuk Laut Aegea dan, kemudian, dalam penggunaan bergeser untuk merujuk pada Kepulauan Aegean atau merujuk pada jumlah kumpulan yang besar pulau-pulau.

Sumber: Cobacoba.webatu.com

Gambar 2: Kepulauan Maluku

 

Propinsi Maluku, terletak antara 03° lintang utara-08° lintang selatan dan 124°-135° bujur timur, merupakan wilayah kepulauan yang sebagian besar terdiri atas perairan laut dalam, yang berbatasan di sebelah utara dengan Lautan Pasifik, di sebelah timur dengan Propinsi Irian Jaya, di sebelah selatan dengan Kepulauan Nusa Tenggara, dan di sebelah barat dengan Pulau Sulawesi.

Wilayah Propinsi Maluku mencakup areal seluas 851.000 kilometer persegi, dengan luas daratan 77.870 kilometer persegi atau hanya 9,15 persen dari luas wilayah keseluruhan. Pada tahun 1990 tata guna lahan wilayah Propinsi Maluku meliputi areal hutan seluas 63.230 kilometer persegi atau 81,2 persen, areal belukar 4.594 kilometer persegi atau 5,9 persen, areal padang rumput 2.803 kilometer persegi atau 3,6 persen, areal ladang seluas 2.258 kilometer persegi atau 2,9 persen, areal dataran tinggi seluas 467 kilometer persegi atau 0,6 persen, areal sawah seluas 156 kilo-meter persegi atau 0,2 persen, areal perkebunan seluas 156 kilometer persegi atau 0,2 persen, areal perairan darat seluas 389 kilometer persegi atau 0,5 persen, areal tandus seluas 234 kilometer persegi atau 0,3 persen, areal permukiman seluas 78 kilometer persegi atau 0,1 persen, dan areal budidaya lainnya seluas 389 kilometer persegi atau 0,5 persen dari seluruh luas wilayah.

Propinsi Maluku terdiri atas 998 pulau, termasuk pulau besar seperti Halmahera, Seram, Yamdena, dan Wetar. Pada beberapa pulau besar, wilayahnya berpantai, dan bergunung-gunung. Perairan laut Maluku merupakan perpaduan antara dua massa lempeng kontinen, yaitu paparan Sunda (perairan dalam) di sebelah barat dan paparan Sahul di sebelah timur. Topografi wilayah daratan Maluku sebagian besar terdiri atas tanah perbukitan dan pegunungan, yang berada pada ketinggian antara 100-1.000 meter di atas permukaan laut. Iklim daerah Maluku termasuk tropis basah yang dipengaruhi angin muson sehingga curah hujan cukup merata setiap tahunnya beragam antara 2.500 – 3.000 milimeter. Suhu udara beragam antara 25° Celsius – 35° Celsius. Wilayah Maluku mempunyai beberapa kawasan yang rawan terhadap bencana, yaitu gempa bumi (dasar laut), letusan gunung api, longsor, banjir, serta bencana akibat pusaran arus dan ombak besar.

 

Lahan pada beberapa pulau besar di Propinsi Maluku sebagian besar telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang meliputi tanaman perkebunan, dan kehutanan. Selain itu, wilayah ini memiliki sumber daya kelautan (maritim), kehutanan, dan pertambangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, yang dewasa ini belum dimanfaatkan secara optimal

Pada tahun 1990 penduduk Propinsi Maluku berjumlah 1.861.000 jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk 24 jiwa per kilometer persegi. Daerah tingkat II yang terpadat penduduknya adalah Kotamadya Ambon dengan kepadatan 772 jiwa per kilo meter persegi, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Maluku Tenggara dengan kepadatan 13 jiwa per kilometer persegi. Penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan berjumlah 353.954 jiwa atau 19,07 persen dari jumlah penduduk Propinsi Maluku. Jumlah penduduk perkotaan di propinsi ini mengalami peningkatan yang cukup berarti dengan rata-rata laju pertumbuhan antara tahun 1971 dan 1990 sebesar 4,82 persen per tahun.

Pada tahun 1990 penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) di propinsi ini berjumlah 1.290.337 orang (69,6 persen). Dari jumlah tersebut yang masuk ke dalam angkatan kerja sebanyak 636.196 orang dan angkatan kerja yang bekerja berjumlah 620.995 orang. Dari seluruh angkatan kerja yang bekerja tersebut, sebagian besar terserap di sektor pertanian (62,8 persen). Sisanya terserap di berbagai sektor lain, yaitu sektor industri (11,6 persen) dan jasa (25,6 Persen).

 

Prospek pembangunan agroindusri di Maluku

Agar pembangunan agroindustry dapat berjalan dengan baik maka perlu melakukan syarat-syaratseperti :

  1. Pengembangan infrastruktur

Dalam pengembangan pusat pertumbuhan agribisnis, perlu dukungan pengembangan infrastruktur seperti jaringan jalan dan transportasi (laut, darat, sungai dan udara), jaringan listrik, air, pelabuhan domestik dan pelabuhan ekspor dan lain-lain.

Provinsi Maluku terdiri dari 85% desa pesisir,maka sarana transportasi laut dan infrastruktur dasar berupa pelabuhan, jalan, listrik, air dan lembaga keuangan menjadi faktor kunci pembangunan wilayah desa pesisir. Hal ini sangat penting untuk mendekatkan input produksi dari hasil pertanian ke pasar. Sehingga pemasaran hasil pertanian tidak mengalami kendala.

Perlu adanya model pemusatan wilayah pembangunan yang bertumpu pada pulau tertentu sehingga berdampak terhadap pengembangan wilayah di sekitar (Salampessy D, 2012)

  1. Memperhatikan ketersediaan bahan baku

Memperhatikan ketersediaan produk pertanian yang dipakai sebagai bahan baku, baik dalam hal kuantitas, kualitas maupun kontinyuitas: Secara kuantitas, bahan baku harus tersedia secara cukup setiap saat manakala bahan baku tersebut adalah bersifat musiman. Dilihat dari sisi kualitas, maka bahan baku seyogyanya harus tersedia secara tepat. Bila hal ini tidak terpenuhi maka hal tersebut akan berakibat pada menurunnya kualitas produk agroindustri. Lebih lanjut secara kontinuitas maka bahan baku harus tersedia secara kontinyu sepanjang tahun, karena proses produksi teruas berjalan tidak peduli apakah saat itu musim hujan atau musim kemarau. Untuk itu ketersediaan bahan baku ini harus diperhatikan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

  1. Menjadikan agroindustry yang berkarakter kewirausahawan

Agroindustri adalah industri yang memiliki keterkaitan ekonomi (baik langsung maupun tidak langsung) yang kuat dengan komoditas pertanian. Keterkaitan langsung mencakup hubungan komoditas pertanian sebagai bahan baku (input) bagi kegiatan agroindustri maupun kegiatan pemasaran dan perdagangan yang memasarkan produk akhir agroindustri. Sedangkan keterkaitan tidak langsung berupa kegiatan ekonomi lain yang menyediakan bahan baku (input) lain diluar komoditas pertanian, seperti bahan kimia, bahan kemasan, dll. Jadi,  agroindustri adalah suatu kegiatan mengelolah bahan baku menjadi produk stengah jadi atau produk jadi.

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah diprovinsi Maluku berbasiskan keunggulan komparatif pada konsep GP, maka komoditas unggulan tersebut haruslah diubah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi. Agroindustri yang dikembangakan  haruslah berkarakter kewirausahaan (inovatif, kreatif dan memiliki integritas) . Dengan demikian akan menciptakan lapangan pekerjaan ,sehingga menurunkan tingkat pengangguran, menciptakan produk yang memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi, serta berlangsungnya 4 hal berkelanjutan ; ekonomi berkelanjutan, sosial budaya yang berkelanjutan, kelembagaan yang berkelanjutan dan lingkungan alam yang berkelajutan. Dengan demikian maka agroindustri yang berkarakter kewirausahaan dapat membuat dunia lebih baik (masyarakat, dan lingkungan), sehingga sumber daya alam dikelola dengan baik untuk generasi kedepan.

  1. Dukungan perbankan dalam memberikan modal

Untuk membangun agroindustry di Maluku, peranan perbankan sebagai lembaga pembiayaan memegang peranan penting. Ketersediaan pembiayaan dari perbankan akan sangat menentukan maju mundurnya perkembangan agroindustry.

  1. Pembinaan sumberdaya manusia

Dalam era pengembangan agroindustri, aktor utama pembangunan agroindistri dan aktor pendukung pembangunan agroindustri perlu ada pembinaan kemampuan aspek bisnis, manajerial dan berorganisasi bisnis petani serta peningkatan wawasan agribisnis.Dalam hal ini perlu reorientasi peran penyuluhan pertanian yang merupakan lembaga pembinaan SDM petani. Oleh karena itu perlu peningkatan pendidikan penyuluh baik melalui pendidikan formal, kursus singkat, studi banding. Serta perlu perubahan fungsi BPP.

 

  1. Peningkatan investasi

Untuk meningkatkan laju pertumbuhan agroindustri, dibutuhkaninvestasi yang besar, sedangkan kemampuan investasi pemerintahterbatas sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan peningkatan investasi oleh masyarakat khususnya dunia usaha.Sehubungan dengan itu, Propinsi Maluku harus mampu menarik dunia usaha agar menanamkan modal untuk mengembangkan potensi berbagai sumber daya pembangunan di propinsi ini.Dengan demikian, Propinsi Maluku dihadapkan pada masalah untuk menciptakan iklim usaha yang menarik bagi investasi masyarakat dan dunia usaha.Dalam rangka menciptakan iklim usaha yang menarik di daerah, tantangannya adalah mengembangkan kawasan dan pusat pertumbuhan yang dapat menampung kegiatan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, dan sekaligus memenuhi fungsi sebagai pusat pelayanan.

jikakelima syarat diatas dapat di laksanakan oleh pemprov maluka maka akat terjadi peningkatan pembangunan agroindustry yang siknivikan, yang akan berdampak pada :

  • pertumbuhan agroindustry yang semakin meningkat
  •  penyerapan tenaga kerja
  • mengurangi tingkat penganguran di Maluku
  •  peningkatan taref hidup masyarakat
  • akan meningkatkan PDB (produk domestic bruto)
  •  nilai tambah produk pertanian
  • meningkatkan daya saing produk

 

Namun dari data statistic Maluku menunjukan bahwa hingga kini belum di optimalkan pengembangan agroindustry terutama pengembangan komoditi-komoditi local yang ada agar bisa menembus pasar nasional, regional, dan internasional. Realisasi produksi pertanian local terlrbih pada paca kerusuhan terus menunjukan angka penurunan yang drastis  bahkan nilai komoditi ekspor andalan pertanian provinsi Maluku selama tahun 2000 an ini nyaris menunjukan angka zero (0%).

Selain itu pembangunan agroindustry juga terkendala karena beberapa hal antara lain :

  1. pembangunan yang belum merata

pembangunan yang belum merata di Maluku mengakibatkan perkembangan agroindustry berjalan lambat, in di akibatkan dari keterbatasan kemampuan pemerintah,baik pusat maupun daerah, untuk membangun prasarana transportasi guna mempercepat pembangunan daerah ini, selain itu dukungan prasarana dasar yang memadai, antara lain transportasi, tenaga listrik, pengairan, air bersih, dan telekomunikasi juga sangat di perlukan Meskipun telah meningkat ketersediaan prasarana dasar daerah Maluku belum memenuhi kebutuhan dan tuntutan kualitas pelayanan yang terus meningkat.

  1. Kualitas tenaga kerja yang relative rendah

Dalam pembangaunan agroindustry di butuhkan tenaga kerja yang memiliki skli dan kualitas yang memadai, namun kenyataannya kondisi tenaga kerja di Maluku masih banyak tenaga kerja yang memiliki produktifitas yang rendah ini di karenakan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan.

  1. Lemahnya akses terhadap sumber permodalan

Salah satu factor yang penting dalam pembangunan agroindustry adalah permodalan, besar kecilnya skala uaha tani tergantung dari modal yang di miliki. Di Maluku salah satu lembaga penyedia modal adalah bank namun lemahnya akses pelaku usaha terhadap perbankan menjadi factor utama yang menyebabkan kurang berkembangnya agroindustry, ini karena para pelaku bisnis mengeluhkan syarat yang di ajukan oleh perbankan yang terlalu rumit.

 

 

 

  1. Terbatasnya pengetahuan tentang pengunaan teknologi

 

Di Maluku kurangnya sumberdaya manusia yang menghuni merupakan salah satu penghambat dari pembangunan agroindustry, kurangnya penguasaan teknologi mengakibatkan agroindustry di Maluku hanya berjalan di tempat, ini terlihat dari banyaknaya agroindustry di Maluku yang masih berada pada tingkattan skla kecil atau produksi rumahan, dan belum sepenuhnya mengunakan teknologi yang modern.

 

  1. Terjadinya kesenjangan

 

di Propinsi Maluku masih terdapat kesenjangan kesejahteraan antargolongan masyarakat dan antar­daerah, antara lain karena masih terbatasnya jangkauan prasarana dan sarana social, Kegiatan ekonomi dan sosial di Propinsi Maluku terkonsentra-si di wilayah tengah dan utara. Tingkat perkembangan wilayah serta kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di wilayah bagian tenggara dan kepulauan terselatan propinsi ini relatif tertinggal.Laju pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut lebih lambat dari wilayah lainnya sehingga mengakibatkan bertambahnya kesenjang­an antar wilayah.Sehingga secara tidak langsung juga menghambat pertumbuhan agroindustry.

 

Jika hal-hal di atas terus di biarkan maka akan menjadi penghambat dalam pembangunan ogroindustri, yang akan berdampak pada banyak hal yang merugikan khususnya bagi privinsi maluaku dan masyarakatnya, dan juga bukan tidak mungkin posisi posisi Maluku sebagai provinsi termiskin akan menempati rengking teratas.

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

Maluku merupakan wilayah kepulauan yang memiliki gugus pulau dengan prospek pengembangan komoditas unggulan di seluruh wilayahnya yang berpeluang untuk pengembangan agroindustry yang akan  berdampak positif bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Agar dapat mengembangkan agroindustry di Maluku dengan baik maka setidaknya pemerintah provinsi Maluku harus memperhatikan syarat – syarat positif yang harus diprioritaskan dalam pengembangan agroindustry, Selain itu hal – hal lain perlu diperhatikan dan diatasi adalah seperti kendala – kendala yang terjadi dalam rangka pembangunan agroindustry sehingga kegiatan agroindustry dapat menjadi pendorong bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bappenas. 2012. Pembangunan daerah tingkat 1 maluku. [http://www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6035/‎]. Di akses 24 mei 2013

Handa S. Abidin, S.H., LL.M. 2012. Defenisi kepulauan [penelitihukum.org/tag/definisikepulauan]. Di akses 23 mei 2013

Ir. A. Masir Harahap. 2012. Meningkatkan kinerja agroindustri di sumut. [http://kocu1963.blogspot.com/2012/10/meningkatkan-kinerja-agroindustri-di.html]. di akses 23 mei 2013

Wikipedia. 2013. Agroindustri. [id.wikipedia.org/wiki/Agroindustri]. di akses 24 mei 2013

Petani. 2011. Prospek pembangunan agroindustri. [http://epetani.deptan.go.id/blog/]. Di akses 23 mei 2013

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s