PERAN INOVASI TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BERKELANJUTAN DI PEDESAAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar belakang

Arti harfiah teknologi adalah segala daya upaya yang dapat di laksanakan oleh manusia untuk mendapat taraf hidup yang lebih baik. Dari defenisi tersebut di ketahui bahwa tujuan akhir dari engunaan teknologi adalah kesejahteraan hidup, tetapi teknologi juga sering berdampak negative bagi suatu usaha, system,  atau lingkungan. Sebagai contoh eksploitasi hutan dengan teknologi mekanis sehingga dapat di lakukan cepat dan dalam ukuran yang sangat luas dapat merugikan ekosistim hutan itu sendiri, bahkan dapat merugikan wilayah lain yang bertetangga dengan daeah hutan tersebut. Padahal harapan dampak positif dari eksploitasi hutan maupun pembukaan lahan hutan menjadi wilayah perkebunan adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

Dalam hal ini pengunaan suatu teknologi dalam agribisnis selalu memiliki trade off yang harus di pertimbangkan.Pemilihan suatu teknologi hendaknya berdasarkan trade off yang paling minimal. Terlepas dari dampak positif dan negative tersebut di atas, teknologi di peroleh melalui suatu proses yang di kembangkan oleh manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman yang cukup.

Globalisasi ekonomi an perdagangan merupakan tantangan besar bagi komunitas agribisnis Indonesia baik komunitas yang bernilai bisnis tinggi maupun komunitas yang bernilai politis dan sekaligus bernilai bisnis, terutama menghadapi pasar bebas asean mulai tahun 2003 dan opec yang efektif  berlaku berlaku pada tahun 2020.Tidak dapat di pngkiri bahwa dunia agribisnis Indonesia saat ini mengalami masalah yang berdampak ekonomi dan politis yang kurang mengembirakan. Masi hangat dalam ingatan kita misalnya, bahwa pada awal tahun 1996 lalu, kekurangan pasokan cabe merah pun sempat menjadi isu nasional yang ramai di bicarakan.

Isu-isu yang berkaitan dengan kekurangan pasokan produk agribisnis tersebut khususnya, dan masalah yang di hadapi dunia agribisnis Indonesia pada umumnya, selanjutnya akanmemunculkan pertanyaan “siapkah dunia agribisnis Indonesia memainkan peranan dalam pasar global terutama, terutama afta dan apec” alangkah eronisnya jika dunia agribsnis Indonesia hanya menjadi penonton dalam perebutan pangsa pasar domestic yang sangat ptensial oleh produk-produk agribisnis Negara lain.

 

  1. Rumusan Masalah
    1. Seberapa pentingkah inovasi teknologi pertanian
    2. Bagemana peran inovasi teknologi dalam mendukung pengembangan agribisnis berkelanjutan di pedesaan

 

  1. Tjuan

 

Tujuan dari penulisan makalh ini adalah untuk mengetahui seberapa pentinkah inovasi teknoli pertanian dan peran inovasi teknologi dalam mendukung pengembangan agribisnis berkelanjutan di pedesaan.

 

  1. Kegunaan

 

Sebagai sarana pembelajaran untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan peran teknologi dalam pengembangan agribisnis berkelanjutan di pedesaan dan sebagai penambah wawasan bagi para pembaca.

 

  1. Metode

 

Metode yang di gunakan adalah dengan mengunakan metode studi pustaka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

PEMBAHASAN

 

  1. 1.      Pentingnya inovasi teknologi pertanian

Pembangunan  pertanian masa kini dan masa mendatang akan dihadapkan pada berbagai permasalahan yang semakin kompleks. Isu ketahanan pangan, proses produksi yang efisien dalam rangka menghadapi pasar global, peningkatan kesejahteraan petani, penyediaan lapangan kerja, kemerosotan kualitas sumberdaya lahan, produk pertanian yang ramah lingkungan (organic farming),  perlu dipertimbangkan dalam membangun pertanian kedepan. Untuk itu  penelitian dan pengkajian teknologi pertanian harus diarahkan untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut

Dalam rangka memperkecil ketidak cocokan antara teknologi yang dihasilkan dengan kebutuhan pengguna, identifikasi kebutuhan teknologi bagi petani perlu dilakukan sebelum proses perakitan teknologi dilakukan, serta memperhatikan faktor-faktor teknis, ekonomi, sosial dan budaya dari pengguna teknologi. Untuk menjadikan pertanian sebagai sektor andalan dan penggerak utama pembangunan ekonomi nasional, diperlukan kesiapan teknologi guna memacu peningkatan produktivitas, kualitas produk, efisiensi serta teknologi pengolahan produk primer menjadi produk olahan sekunder.Sesuai dengan pergeseran paradigma dan tuntutan masyarakat, pengembangan dan usaha agribisnis harus menjadi sasaran dalam setiap kegiatan pembangunan pertanian.Oleh karena itu penelitian dan kajian perlu diarahkan untuk menciptakan dan membangun suatu inovasi agribisnis yang sesuai dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknis, ekonomis, sosial budaya, dan lingkungan.

Dewasa ini telah banyak inovasi pertanian hasil penelitian dan pengkajian Badan Litbang Pertanian yang dapat dikembangkan guna mendukung pengambangan agribisnis. Ciri teknologi yang berorientasi agribisnis adalah mampu: (1) meningkatkan efisiensi dan cost effectiveness produksi melalui teknologi inovatif, (2) menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk, (3) menghasilkan produk primer berkualitas tinggi dengan standar harga pasar yang baik, (4) mengurangi kehilangan hasil pada saat pra panen dan pasca panen, (5) mengolah by-product menjadi produk bernilai tambah, (6) mempertahankan produktivitas dan kualitas produksi, serta suplai produk ke pasar secara berkesinambungan, dan (7) mampu memperbaiki kualitas kemasan untuk transportasi (Budianto, 2002).

Disatu sisi Isu adanya kesenjangan hasil penelitian dengan hasil petani dalam penerapan teknologi hingga saat ini masih sering terdengar. Penyebabnya antara lain adalah petani umumnya belum menerapkan teknologi hasil penelitian. Hal itu sebagai akibat dari penggunaan teknologi tidak sesuai kebutuhan, teknologi terlalu sukar diterapkan, tidak menghasilkan nilai tambah yang ekonomis yang nyata serta  keterbatasan petani dalam mendapatkan hasil penelitian dan atau  hasil penelitian tidak sampai kepada petani . Masalah ini menjadi tantangan kita bersama, khususnya bagi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan perakitan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.Sebab jika benar bahwa senjang hasil penelitian dengan hasil petani tersebut adalah akibat tidak sampainya teknologi kepada petani, maka salah satu penyebabnya adalah lemahnya aspek diseminasi atau penyampaian teknologi hasil penelitian dan pengkajian kepada petani. Hal itu dapat dipahami karena adanya beberapa kenyataan  yaitu antara lain  (a) lemahnya akses petani kepada lembaga penelitian (sumber teknologi), (b) beragamnya kondisi agroekologi wilayah (c) berubahnya system penyuluhan pertanian sebagai konsekuensi penerapan Otonomi daerah.

 

  1. 2.      Peran inovasi teknologi yang mendukung pengembangan agribisnis di pedesaan

 

Berawal dari masalah itu, penyelenggaraan diseminasi inovasi pertanian perlu terus dikembangkan sejalan dengan tuntutan masyarakat pertanian pada era Otonomi Daerah. Peluang tersebut terbuka dengan diluncurkan  Program Pengembangan Desa Model Agribisnis dalam rangka  untuk mengatasi masalah  keterlambatan penggunaan teknologi dalam menumbuhkan sitim usaha pertanian yang berwawasan usaha ( agribisnis) agar dapat memberikan kesejahteraan kepada petani.  Di samping itu pengolahan hasil pertanian belum dilakukan dengan baik sehingga produk yang dihasilkan di jual apa adanya (bahan mentah) sehingga belum memberikan nilai tambah pada petani. Oleh sebab itu pengolahan hasil pertanian perlu dikembangkan untuk memberikan nilai tambah terhadap petani.

Program pengembangan agribisnis pedesaan dapat  dilaksanakan melalui empat strategi, yaitu (1) menerapkan teknologi inovatif tepat guna melalui penelitian dan pengembangan partisipatif (Participatory Research and Development)   , (2).membangun model percontohan sistem dan usaha agribisnis progresif berbasis teknologi inovatif dengan mengintegrasikan sitem inovasi dan sistem agribisnis, (3) mendorong proses difusi dan replikasi model percontohan teknologi melalui expose dan demontrasi lapang, diseminasi informasi,advokasi dan fasilitasi. (4) basis pengembangan dilaksanakan berdasarkan wilayah agroekosistem dan kondisi sosial ekonomi setempat.

Dalam rangkamendukung  Pengembangan Agribisnis  di Pedesaan  maka kegiatan  yang perlu dilakukan  adalah:

  1. Melakukan studi karakterisasi dengan metode PRA dan survei pendasaran (baseline survey) pada lokasi kegiatan untuk menyusun rancang bangun model pengembangan Laboratorium Agribisnis
  2. Membuat unit percontohan usaha agribisnis terpadu  sesuai rancang bangun (unit percontohan agribisnis berbasis kambing/sapi  dan tanaman pangan/sayuran)
  3. Melakukan diversifikasi usaha komoditas penunjang pada Laboratorium Agribisnis
  4. Revitalisasi kelembagaan kelompok tanidanpembinaan/pelatihan petani sebagai pelaku agribisnis

Inisiasi pembentukan klinik agribisnis

Secara konseptual pengembangan ekonomi masyarakat dapat ditempuh melalui pengembangan sumber – sumber pengembangan ekonomi yang telah berjalan dan penciptaan sumber – sumber pertumbuhan ekonomi baru. Program pemerintah dalam upaya peningkatan pendapatan petani dan pelestarian lingkungan mendukung pertanian berkelanjutan dapat dilakukan melalui Industrialisasi Pedesaan dengan Pengembangan Agribisnis  di Pedesaan. Sejalan dengan program peningkatan pendapatan melalui inovasi (P 4 MI) Badan Litbang Pertanian Industrialisasi Pedesaan bertujuan untuk mendapatkan rintisan model Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) dan meningkatkan pendapatan petani dengan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Di  buru sampai saat ini dan mendatang, sektor pertanian masih memiliki peranan penting dan strategis dalam kaitannya dengan penyediaan bahan pangan (ketahanan pangan) dan upaya peningkatan pendapatan masyarakat petani. Untuk meningkatkan produktivitas hasil-hasil pertanian guna mencukupi kebutuhan pangan regional maupun memasok kebutuhan angan di Maluku peran teknologi hasil penelitian dan pengkajian, sebagaimana telah dibuktikan pada era pencapaian swasembada beras, masih sangat diperlukan.  Karena itu peran inovasi teknologi pertanian dimasa kini dan mendatang masih terus diperlukan guna membantu mengatasi permasalahan dan tantangan yang semakin komplek.

Sasaran akhir dari program utama pembangunan pertanian adalah meningkatkan kesejahteraan petani dengan tetap mempertimbangkan ekosistem, sehingga tercapai suatu system usaha tani produktif yang berkelanjutan. Sistim usaha tani yang berkelanjutan merupakan salah satu model pendekatan pembangunan pertanian dengan menggunakan input luar yang rendah. Sejalan dengan konsep diversifikasi horizontal dalam upaya peningkatan pendapatan rumah tangga tani, yaitu mengembangkan komoditas unggulan sebagai “core of business” serta mengembangkan usaha tani komoditas lainnya sebagai penyangga untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, modal, dan tenaga kerja keluarga serta memperkecil terjadinya resiko kegagalan usaha (Sarjana dkk, 2001). Diversifikasi usaha tersebut sebaiknya memperhatikan lingkungan sehingga tidak terjadi degradasi lahan (Orgendo, 1998).

Industrialisasi Pedesaan dilaksanakan dengan strategi antara lain menerapkan tehnologi inovatif tepat guna melalui penelitian dan pengembangan parstisipatif. Membangun model percontohan system dan usaha Agribisnis progresif berbasis tehnologi inovatif dengan mengintegrasikan sistim inovasi dan sistim Agribisnis. Mendorong proses divusi dan replikasi model percontohan tehnologi inovatif melalui ekspose, demonstrasi lapang, desiminasi informasi, advokasi serta fasilitasi. Basis pengembangan dilaksanakan berdasarkan wilayah agroekosistem dan kondisi social ekonomi setempat (Badan Litbang Pertanian, (2004)

Sejalan dengan perubahan kebijakan dan arah pembangunan pertanian ke depan, operasional pembangunan pertanian ke depan diarahkan pada upaya penajaman fokus kegiatan dan wilayah pengembangan, serta keterpaduan/intregrasi kegiatan dan pembiayaan. Operasional pembangunan pertanian ditempuh melalui pendekatan keterpaduan dengan melibatkan peran serta seluruh stakeholder

Guna memperbaiki kinerja penyampaian dan pemasyarakatan inovasi pertanian kepada pengguna, maka dipandang perlu untuk merancang suatu program yang bertujuan mempercepat alih inovasi teknologi pertanian yang memiliki kesesuaian teknis, ekonomis, sosial dan budaya kepada pengguna.  Program Pengembangan agribisnis di pedesaan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh semua pemangku kepentingan (stake holder) pembangunan pertanian dalam bentuk laboratorium agribisnis merupakan salah satu solusinya.

BAB III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

 

  1. Inovasi teknologi pertanian sangat penting untuk peningkatan peroduktifitas, kualitas produk, serta efisiensi produk pertanian
  2. Ciri teknologi yang berorientasi agribisns sangat di butuhkan untuk mempercepat pengembangan agribisnis di pedesaan
  3. Program pengembangan agribisnis di pedesaan dapat di lakukan melalui strategi yang di dalamnya terdapat penerapan inovasi teknologi tepat guna melalui penelitian dan pengembangan
  4. Dalam pembangunan pertanian nasional lebih khususnya agribisnis pedesaan dibutuhkan peran dan inovasi teknologi yang memiliki kesesuaian teknis, ekonomi, social dan budaya masyarakat pengguna sehingga tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

  1. SARAN

Peran teknologi sangat di butuhkan dalam pengembangan agribinis di pedesaan oleh sebab itu pemerintah harus menaruh perhatian lebih pada desa khususnya memberikan bantuan pemberian teknologi-teknologi yang dapat membantu produktifitas petani di desa sehingga agribisnis dapat berkembang dengan baik di pedesaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anonim. 2009. Agribisnis. (=http://id.wikipedia.org/wiki/agribisnis). Diakses  21 april 2013

 

http://harissetiana.blogspot.com/2011/07/peranan-manajemen-teknologi-

agribisnis.htmlwww.pasarpetani.com/2013/01/peran-agribisnis-dalam-pembangunan.html

http://www.diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/tajuk_rencana/detailsorotan/62

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s